Dunia Kerja Inspirasi Lifestyle Opini Teknologi Tips dan Trik Travel Tulisan

Meraih Sukses Dengan Mental Driver. Ini Dia Prinsipnya!

(Mental via pixabay.com)

Rifqi Rahman

Editor : Rifqi Rahman

Siapa sih yang gak mau sukses? Setiap orang tentu ingin sukses, punya harapan bahwa di masa depan nanti tidak akan kesusahan dalam mengarungi samudera kehidupan dengan segala jenis ombaknya, punya mimpi untuk hidup nyaman bersama keluarga, beristri cantik dan anak yang lucu. Sebab itu, untuk mewujudkannya banyak orang kemudian berlomba-lomba membekali dirinya, memupuk diri dengan pendidikan, relasi, kreativitas, pengalaman, dan lain sebagainya.

Namun pertanyaannya, bagaimana sih tips paling ampuh untuk menjadi sukses? Nah, jawabannya mudah sekali sebenarnya, tiada tips paling jitu untuk menjadi sukses selain ‘diri sendiri’; ‘diri sendiri’ adalah tips sejati untuk meraih sukses itu sendiri. Tidak perlu mencari tips lain atau kunci sukses lainnya, perbaiki saja diri sendiri, sebaik mungkin, seberkualitas mungkin, sekeren mungkin; dan ‘diri sendiri’ tadi akan secara otomatis mengantarkan pemiliknya kepada sukses yang terbaik.

Tentang memupuk diri sendiri ini ada hal menarik yang disampaikan oleh Renald Kasali dalam bukunya yang berjudul Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger? Menurutnya kebanyakan orang yang ingin sukses selalu terjebak dalam pribadi yang hanya bermental passenger, yaitu sosok ‘diri sendiri’ dengan kebiasaan kurang mandiri meski sudah berpendidikan tinggi, cepat menyerah meski sudah bekerja keras, dikendalikan kehidupan rutin akibat sudah mencapai sukses padahal itu hanya sukses yang secuil, tidak tahu alternatif jalan keluar, mudah frustasi, dan lain-lain. Terkait passenger ini, akan saya bahas di ulasan selanjutnya.

Nah, untuk menjadi pribadi sukses, saran dari Renald Kasali, adalah dengan mendidik ‘diri sendiri’ menjadi pribadi yang bermental driver. Bermental driver itu artinya berkepribadian tidak pernah puas dengan keadaan, menyukai tantangan dan kesusahan, suka coba-coba hal baru, memberikan arah jalan yang jelas, merangkul orang-orang yang berbeda paham dengannya, dan lain-lain.

Apa saja prinsip-prinsip yang menjadi landasan untuk mendidik diri sendiri menjadi seorang driver? Ini ulasannya;

Inisiatif

Inisiatif via lippo.co.id

Mental driver itu selalu peka, selalu mampu bekerja meski tidak ada yang menyuruh. Hal yang menarik dari mental driver ini adalah ia mampu memunculkan sikap berani untuk mengambil langkah yang penuh dengan paku berkarat resiko, ia menyadari bahwa resiko itu sebenarnya adalah suatu kedalaman yang perlu ditaklukkan dan ditemukan di dalamnya mutiara.

Selain itu, inisiatif yang muncul dalam mental driver ini akan melahirkan sikap responsif atau cekatan jika ada suatu hal yang perlu segera diselesaikan; mental driver tidak akan lemot, ia zigzag dan selalu dinamis. Bahkan sebelum masalah itu muncul, mental driver melalui inisiatifnya sudah mampu membaca gejala dan menyiapkan segala bentuk antisipasinya.

Melayani

Melayani dengan baik via pexels.com

Mental driver selalu mendorong diri untuk peduli tentang orang lain. Biasanya seorang driver mempunyai kemampuan menjadi pendengar yang baik, bersedia untuk meluangkan waktu demi mendengarkan keluh kesah orang lain, mau memahami, mempunyai kecenderungan untuk menjadi fasilitator bagi orang lain, dan lain sebagainya. Kemudian hal penting dalam ‘melayani’ ini adalah seorang bermental driver itu pasti mempunyai empati yang tinggi, ia selalu mampu merasakan keadaan emosional orang lain, dan mencoba mencari solusinya.

Navigasi

Navigasi via pexels.com

Prinsip navigasi ini adalah tentang leadership, artinya seseorang dengan mental driver selalu terampil membawa gerbongnya ke tujuan yang hendak dicapai. Ia tahu betul jalan mana yang harus dilalui, ke mana arahnya, dan tidak hanya sampai di situ ia juga mampu memberikan petunjuk arah kepada orang lain agar dapat mencapai tujuannya.

Selain itu prinsip navigasi ini juga akan mendorong seseorang untuk menjadi motivator yang baik, baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain; mampu menjadi penengah dan meramu segala macam perbedaan menjadi satu misi dan visi.

Tanggung jawab

Cepat tanggap bertanggung jawab via: pexels.com

Prinsip tanggung jawab bukan hanya tentang kemampuan mengerjakan sesuatu sesuai dengan prosedurnya. Mental driver dengan prinsip tanggung jawab melebihi itu, bagi seorang driver tanggung jawab itu adalah tentang tidak menyalahkan orang lain; mungkin orang lain itu salah tapi sebagai seorang driver ia akan ikut menyelidiki mengapa orang lain tadi salah kemudian membantu permasalahannya.

Prinsip tanggung jawab juga berkaitan dengan tidak berbelit-belit atau menutupi kesalahan sendiri. Seorang driver selalu berani mengakui kesalahannya tanpa harus ada alibi, ia bekerja apa adanya dan selalu berusaha secepat mungkin memperbaiki kesalahannya.

Nah menarik bukan prinsip seseorang bermental driver? Selamat mencoba! Sukses selalu! Tentang siapa sebenarnya seorang driver itu? Akan diulas pada tulisan selanjutnya.

 

Media Patner

Hosting Unlimited Indonesia

Note:

Sebagian hasil dari penggunaan layanan dan produk Starla Education akan didonasikan untuk LKSA/Panti Asuhan Roisus Shobur. | Kamu juga bisa ikut langsung berdonasi melalui kitabisa.com/pesantrensosial

KIRIM TULISAN UNTUK STARLA

Jadilah Kontributor dan Mulailah Menginspirasi!
Saatnya Kita Peduli, Berbagi dengan Karya dan Bermanfaat Bagi Sesama.