Hubungan Inspirasi Opini Tips dan Trik Tulisan

7 Tanda Mental Passenger, Penyebab Kegagalan

Gagal via pixabay.com

Rifqi Rahman

Editor : Riqi Rahman

Shiv Khera dalam bukunya yang berjudul You Can Win memaparkan tentang 7 hal yang dapat menyebabkan seseorang gagal. Ini berkaitan dengan tulisan sebelumnya yang berjudul Begini Cara Menyiapkan Diri Menjadi Pemenang, dan sekarang tulisan ini hadir membawa ulasan tentang kebalikannya, yaitu tentang looser, failure, dan mental passenger yang juga pernah disinggung dalam tulisan dengan judul Meraih Sukses Dengan Mental Driver. Ini Dia Prinsipnya!

7 hal yang akan diuraikan adalah penyebab kegagalan sekaligus tanda jika salah satu dari 7 hal ini melekat pada diri anda maka anda mempunyai bibit mental passenger. Check this out dan koreksi diri anda! Semoga tidak ada satu pun dari ketujuh hal ini melekat pada diri anda…

Persistent via pixabay.com

Kurang gigih

Tidak punya bakat dalam suatu bidang? Atau kurang pengetahuan? Dua hal itu ternyata bukanlah penyebab seseorang mengalami kegagalan. Bakat dan pengetahuan itu bisa dicari dan didalami dengan kegigihan dan ketekunan.

Inilah salah satu penyebab kegagalan, yaitu kurangnya kegigihan. Meski sesuatu dikerjakan oleh orang dengan pengetahuan yang mumpuni, bakat yang sudah ok, tapi akan selalu saja ada ketidaksempurnaan yang bisa berakibat kegagalan jika ‘kurang gigih’ menyertai pekerjaan itu.

Kemudian, biasanya kegigihan akan tertanam pada diri seseorang jika seseorang tersebut banyak mengalami kegagalan dan sebanyak itu pula ia berhasil bangkit dan mencoba lagi. Artinya tidak perlu risau dengan kegagalan sebab itu adalah bahan bakar untuk mengeluarkan kegigihan dalam diri, dan kegigihan adalah modal untuk berhasil.

Tekun via freepik.com

Kurang tekun

Sebagai catatan, di dunia ini tidak ada yang mudah, kecuali sesuatu yang dilakukan dengan tekun dan konsisten sampai akhirnya itu melahirkan suatu kemahiran. Orang-orang yang kurang tekun ciri-cirinya adalah kurang disiplin, kadang setuju-kadang nggak, kadang semangat-kadang mlempem; ia mudah terbawa arus, tak punya pendirian, ia juga mudah menyetujui pendapat orang lain dan tidak punya inisiatif sendiri.

Tanda-tanda kurang tekun begini tentu berbahaya, karena ‘keberhasilan’ tidak dibayar dengan sesuatu bernama ‘kemudahan’ atau ‘berleha-leha’, ‘keberhasilan’ dibayar biasanya dengan ‘kesusahan’ dan ‘capek’ dan lain sebagainya.

Mencari-cari alasan via pixabay.com

Rasionalisasi

Rasionalisasi ini sebenarnya bisa diartikan sebagai cari-cari alasan. Ada seseorang yang biasanya merasionalisasikan sesuatu untuk membenarkan tindakannya, padahal itu jelas nyata salah. Seseorang dengan kebiasaan seperti ini adalah seseorang yang punya karakter menghindari tanggung jawab. Maka kalau itu anda, maka buanglah jauh-jauh sikap demikian, dan jika anda punya rekan kerja yang seperti ini maka hindari saja, sebab orang demikian tidak akan memberikan dampak kecuali mengundang kerugian.

Harus belajar dari kesalahan via freepik.com

Tidak belajar dari kesalahan

Catatlah bahwa sebenarnya kesalahan itu adalah gurunya penemuan. Orang yang telah melakukan kesalahan sebenarnya telah menemukan sesuatu, dengan demikian orang yang melakukan kesalahan ini harusnya diberikan kesempatan sebab manusia adalah makhluk belajar.

Sayangnya, orang yang melakukan kesalahan biasanya sering dihindari dan dianggap cacat. Jika anda salah, maka pelajarilah mengapa hal itu bisa terjadi dan hindarilah sebab itu di masa datang. Kesalahan itu adalah detour (jalan memutar), bukan dead end (jalan akhir, jalan buntu). Namun jika anda bertemu orang yang tak belajar dari kesalahannya, maka dialah yang perlu dihindari. Bukan orang yang salah itu sendiri.

Fokus via pexels.com

Tidak disiplin

Jika seseorang itu berdisiplin maka dapat dipastikan ia memiliki self control. Artinya di dalam dirinya telah terpatri suatu spirit untuk berdedikasi terhadap sesuatu; karenanya, orang berdisiplin biasanya akan secara otomatis rela berkorban dan fokus pada pekerjaannya.

Tentu saja, orang yang punya potensi gagal adalah orang yang tidak disiplin, mereka akan cenderung bekerja jika sudah ada tekanan atau diarahkan oleh orang lain/atasannya.

Harus percaya diri via freepik.com

Kurang pede

Orang yang kurang percaya diri akan secara otomatis kurang menghargai dirinya sendiri sampai akhirnya kurang mendapatkan respek. Bisa jadi juga orang yang kurang percaya diri adalah orang yang masih labil dan belum menemukan siapa sebetulnya dirinya itu.

Jika anda merasa kurang pede maka lekaslah koreksi diri, apa gerangan yang terjadi, jangan-jangan anda masih belum menemukan diri anda sendiri; karenanya bergegaslah menentukan siapa diri anda, apa mau anda, apa cita-cita anda, apa kecenderungan anda. Jika seseorang kurang pede terus-terusan maka tentu pekerjaannya tidak akan maksimal dan berujung pada kegagalan.

Menghindari tanggung jawab via freepik.com

Perilaku fatalistik

Manusia fatalistik artinya adalah manusia yang tidak bersedia memikul tanggung jawab. Manusia model begini biasanya akan menyalahkan keberadaannya, nasib, alam dan lain-lain. Bahkan ia menganggap orang yang berhasil adalah orang yang beruntung.

Nah, orang-orang yang berperilaku fatalistik akan sulit maju dan bisa tetap dalam kesulitannya sendiri.

Itulah 7 hal yang menandai mental passenger. Koreksi diri anda, dan teruslah memperbaiki diri!

Salam berhasil!

Media Patner

Hosting Unlimited Indonesia

Note:

Sebagian hasil dari penggunaan layanan dan produk Starla Education akan didonasikan untuk LKSA/Panti Asuhan Roisus Shobur. | Kamu juga bisa ikut langsung berdonasi melalui kitabisa.com/pesantrensosial

KIRIM TULISAN UNTUK STARLA

Jadilah Kontributor dan Mulailah Menginspirasi!
Saatnya Kita Peduli, Berbagi dengan Karya dan Bermanfaat Bagi Sesama.