Dunia Kuliah Inspirasi Lifestyle Tips dan Trik Tulisan

Suka Duka Anak Kos yang Perlu Disyukuri!

Anak kos via: imasndra.com

By Niswa Hikmah

Editor : Rifqi Rahman

Bagi kamu-kamu yang anak rantau, perkara menjadi anak kos tentu sudah kalian hadapi setiap hari. Terlebih lagi jika kalian adalah mahasiswa, pergi meninggalkan kampung halaman, dengan niat mencari ilmu yang mulia, sembari di belakang sana kalian juga harus meninggalkan bisik rerintik air mata orang tua. Sesak ini dada.

Semua orang sepertinya sudah mengakui bahwa anak kos itu punya permasalahan paten dan absolut, yaitu tanggal tua. Di tanggal tua ini anak kos biasanya plonga-plongo saja, berdiam diri di kos, menahan deras nafsu untuk makan ini itu, menutup mata pura-pura tak melihat teman-teman yang memang tinggal bersama orang tuanya dan nangkring di tongkrongan sana sini.  Ya apalah daya, uang saku sudah menganga, jauh dari orang tua pula, dan karenanya cukuplah menahan hati yang nelangsa. Huft…!

Eits… Tapi jangan sedih-sedih amet, gengs! Ternyata, ada beberapa suka duka anak rantau yang bisa syukuri, ada hal-hal yang berupa sulit perkara anak kos itu yang justru menjadi berkah bagi pelakunya. Apa aja, tuh? Cek dhis ot gengs!

Memanfaatkan waktu luang untuk mengasah kemampuan diri via: pixabay.com

1.Anak rantau lebih mandiri mengambil keputusan

Walau untuk mengambil keputusan besar harus selalu meminta pertimbangan orang tua, apalagi kalau berurusan dengan keuangan, anak rantau terbilang lebih leluasa mengambil keputusan untuk urusan-urusan kecil. Contohnya seperti pulang kuliah pukul berapa, ikut organisasi apa saja, atau mau pergi ke mana dengan teman-teman satu kos atau satu kampus.

Tidak adanya orang tua membuat tidak ada pertanyaan, “Mau pergi ke mana? Pulang jam berapa? Habis ngapain di kampus?” dan lain sebagainya. Ini harus kamu syukuri dengan cara tidak menyalahgunakan kepercayaan orang tua yang jauh di sana. Berbaktilah pada mereka dengan bersungguh-sungguh menuntut ilmu atau meraih tujuan jika kamu sedang bekerja. Maksimalkanlah waktu yang luas tanpa batas itu untuk selalu berkreasi dan mengasah kemampuan. So, jangan sia-siakan waktu yang melimpah itu!

 

Terpisah jarak akan membuat makin sayang orang tua via: plus.kapanlagi.com

2.Homesick membuatmu lebih menghargai peran orang tua

Terkadang, kita baru sadar berharganya sesuatu kalau sesuatu itu tadi sudah jauh dari kita. Sama seperti orang tua. Kita baru sadar betapa pentingnya keberadaan orang tua selama ini, ketika sudah merantau dan jauh dari mereka. Pasti ada waktu ketika anak kos rindu banget sama orang tua dan ingin pulang, tapi belum ada waktu atau bahkan kehabisan uang buat beli tiket.

Syukurilah keadaan ini yang begini ya gengs! Karena ini membuatmu lebih sayang sama orang tua. Nanti, kalau sudah sukses, bahagiakan orang tua saat pulang ke kampung halaman. Barangkali, teman-temanmu yang tidak merasakan pahitnya jauh dari orang tua, tidak selalu mengerti betapa berharganya posisi mereka di hidupnya. Gokil kan?

 

Segera bahagiakan orang tua dengan tidak berleha-leha via: facetofeet.com

3.Nggak ada waktu berleha-leha buat anak rantau

Kalau kamu anak rantau dan masih suka horehore dengan uang kiriman orang tua, segera pikirkan lagi kebiasaanmu itu, sebab itu bukan perilaku yang keren, itu malah cupu. Tinjau ulang apa tujuan utamamu merantau. Bukan hanya untuk menyelesaikan studi, tapi juga untuk membanggakan orang tua.

Kalau bisa, sesegera mungkin dapat kerja. Kalau sudah kerja, sesegera mungkin kumpulkan uang dan kirim ke orang tua. Persiapkan usaha agar bisa pulang ke tanah kelahiran dan hindari kebiasaan membuang-buang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Ingat, orang tua menunggumu dengan sejuta doa, gengs!

 

Anak rantau itu bermental kuat via: facefeet.com

4.Merantau bisa menguatkan mental dan mengokohkan prinsip

Tanpa bimbingan orang tua, kita pasti pernah merasa hilang arah, bimbang, kalut, atau bahkan terseret arus teman-teman. Bahkan, saat dekat dengan orang tua saja, hal ini bisa terjadi, apalagi jauh. Maka, ini cobaan yang harus kamu syukuri, sambil terus memetik pelajaran supaya prinsipmu lebih kuat lagi menghadapi dunia yang kejam ini. Tapi di sisi lain, bukankah hal ini juga memberikan tantangan lebih kepada kita? Seru cuy kalau kita benar-benar mampu menikmati hal ini! Syukurilah sebab ini benar-benar akan melatih mental kita, dan kita belajar untuk mengasahnya secara mandiri.

Namun, jika akhirnya butuh nasihat orang tua, jangan sungkan untuk menghubungi mereka. Telepon mereka seminggu atau dua minggu sekali, untuk menenangkan kekhawatiran dan mengobati rindu mereka padamu.

 

Fokus mengembangkan diri via: imasndra.com

5.Anak rantau nggak capek buat PP

Umumnya, anak-anak yang tinggal dekat dengan orang tua harus pulang-pergi ke kampus, dan jaraknya tidak selalu dekat. Ada yang harus menempuh perjalanan sejam, bahkan dua jam untuk pergi ke kampus. Pulang malam-malam, berangkat lagi subuh-subuh. Semua dilakukan demi dua hal: sukses di kampus plus dapat rida orang tua.

Namun, apa boleh dikata jika kampus sudah terlampau jauh, maka orang tua harus merelakan buah hatinya tinggal di kos-kosan, meski menambah biaya. Jadi, buat kamu anak rantau, bersyukurlah karena nggak perlu capek-capek menempuh perjalanan pulang-pergi seperti itu, apalagi kalau jarak kos dekat dengan kampus atau instansi kerja. Hal ini jangan disia-siakan lo gengs! Ini bisa kita manfaatkan untuk belajar lebih dan fokus mengembangkan diri. Come on!

Nah, itu dia beberapa suka-duka yang harusnya kamu syukuri kalau kamu anak kos atau anak rantau. Sejatinya, semua takdir kita adalah juga hasil dari pilihan kita. Jadi jangan berkeluh kesah dan bersedih hati dengan masalah-masalah yang merintangi. Sebaliknya, banyak-banyaklah bersyukur supaya Tuhan menambah nikmat-Nya untukmu. Bersyukurlah juga, sebab semakin banyak rintangan kamu juga diasah untuk semakin jeli memanfaatkan peluang di tengah-tengah kondisi semraut yang sedang kita alami itu. Fighting! []

 

Media Patner

Hosting Unlimited Indonesia

Note:

Sebagian hasil dari penggunaan layanan dan produk Starla Education akan didonasikan untuk LKSA/Panti Asuhan Roisus Shobur. | Kamu juga bisa ikut langsung berdonasi melalui kitabisa.com/pesantrensosial

KIRIM TULISAN UNTUK STARLA

Jadilah Kontributor dan Mulailah Menginspirasi!
Saatnya Kita Peduli, Berbagi dengan Karya dan Bermanfaat Bagi Sesama.